MERELAKAN

Bagaimana bisa aku rela
Yang ku damba sudah didepan mata
Yang ku perjuangkan sedemikian rupa
Dan yang ku nanti sejak lama

Harus ku ikhlaskan lapang dada
Nyatanya itu bukan takdirku
Sesak pilu rintihan hati ini
Tidak, aku tidak terima

Tetapi apalah daya
Ku tak sanggup perjuangkan lebih jauh
Disisi lain ada jiwa yang memberontak
Ku genggam erat tak ingin kulepas

Ku hempaskan nafas yang memburu
Bukannya ku meratapi ...
Tapi kau tahulah rasanya berjuang sampai titik akhir bahagiamu
Tapi lagi-lagi hanya candaan semata

Membawamu melesat naik
Lalu perlahan kau dijatuhkan dengan perasaan tercabik-cabik
Kecewa pada diriku sendiri
Bodohnya diri masih saja tertipu dunia



Jakarta, 01 Februari 2020








Komentar

Postingan Populer